Keutamaan Membangun Masjid

Sabtu, 30 Desember 2017

PROGRES PEMBANGUNAN MASJID JAMI' AL IKHLAS KARANG SATRIA PER 30 DESEMBER 2017

Update Info Progres Pembangunan Masjid Al Ikhlas Karang Satria-Tambun Utara, Bekasi Utara.
Sampai hari Sabtu, 30 Desember 2017 , kubah telah terpasang dan dalam proses finishing.

  
Pengerjaan bagian dalam fokus pada instalasi listrik, profil, dan pengacian. 


 Untuk bagian luar masih dilakukan pemelesteran dinding dan pengurugan teras.


Mengingat pengerjaan kubah sudah hampir selesai maka pelunasan pembayaran kubah mendesak untuk diselesaikan (masih kurang sekitar Rp.29 Juta ). 

Untuk itu Panitia tetap mengharapkan bantuan dari para dermawan demi kelangsungan pembangunan Masjid kita.Terima kasih tak terhingga kepada seluruh warga dan donatur yang telah menginfakan hartanya di jalan Allah untuk pembangunan Masjid Al-Ikhlas.

Semoga Allah Subhana Wa Taala menggantinya dengan berlipat ganda.
Menjadi amal yang tiada putus di dunia dan akhirat. Aamiin.

Bagi para dermawan yang ingin berpartisipasi silahkan bisa transfer ke Bank BJB, Nomor Rekening: 006 9925 286 100 a/n PAN PEMB MASJID JAMI AL IKHLAS.

Untuk konfirmasi bisa hubungi:

Bpk. AHMAD SATIBI : 081511278420
Bpk. HABIB SOLEH : 08129838937
Bpk. SARIP HERYANA : 085717797626
Bpk. DIAN HADIAN : 0811892995

Rabu, 20 Desember 2017

Tidak Ada Adzab Seberat Adzab Kaum Nabi Luth

Tidak Ada Adzab Seberat Adzab Kaum Nabi Luth

Ilustrasi: Adzab yang menimpa kaum Sodom
KAUM LBGT (Lesbian, Biseksual, Homoseksusl, Transgender) saat ini menjadi pembicaraan hangat berbagai kalangan setelah kebberanian mereka mengibarkan berbai aksinya secara terang-terangan.
Kelompok manusia pengidap penyakit seks menyimpang (gender identity disorder) ini secara terang-terangan menyebarkan penyakit mereka ke seluruh elemen masyarakat melalui lobi-lobi politik dan sosial demi mendapatkan hak yang sama dengan orang-orang normal lainnya.
LGBT saat ini bukan isapan jempol belaka, tapi telah menjadi penyakit sosial kronis menular yang harus dicegah dan ditangani secara serius. Pegiat LBGT dengan berbagai cara mencari pembenaran atas penyakit yang mereka derita, dengan mengatakan bahwa LBGT bukanlah penyakit tetapi merupakan hak asasi manusia yang harus diperjuangkan sebagaimana hak-hak perempuan.
Disebukan geliat mereka terhitung lama sejak 1952 melalui DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder)yang awalnya berkesimpulan bahwa homoseksual adalah gangguan sosio phatik. Gangguan tersebut tidak sesuai dengan norma sosial, sehingga merupakan perilaku yang abnormal.
Seiring waktu, DSM III menyatakan bahwa homoseksual bukanlah sebuah gangguan  pada tahun 1973 di Amerika. Sedang WHO (1992) menyatakan, homoseksual bukanlah suatu penyakit.
Ajaran Islam sebagai undang-undang untuk suatu tatanan hidup mulia, telah menjelaskan hukum bagi segala hal yang terjadi di antara manusia, termasuk persoalan LGBT  tersebut. Ada beberapa istilah dan pembahasan yang disebutkan dalam kitab-kitab fiqh. Di antaranya bahasan tentang khuntsa, mukhannats dan mutarajjil, liwath, serta sihaq.
Pertama: Khuntsa. Dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyahdijelaskan, khuntsa adalah orang yang memiliki dua jenis kelamin, kelamin laki-laki dan perempuan. Jika kelamin laki-laki lebih menonjol maka dia dihukumi sebagai laki-laki dan jika kelamin perempuan lebih tampak, maka dia dihukumi sebagai perempuan (al-Mausu’ah Juz 36: 265). Sebagaimana berlaku baginya hukum laki-laki atau perempuan setelah diperoleh kejelasan jenis kelamin tersebut. Sebabseseorang tidak mungkin memiliki dua jenis kelamin yang berbeda dalam porsi yang sama.
Kedua: Mukhannats dan mutarajjil. Muhkannats yaitu laki-laki yang meniru wanita dalam penampilan, tingkah laku dan cara bicara. Sebaliknya nama yang disebut terakhir berarti perempuan yang meniru laki-laki dalam penampilan, tingkah laku dan cara bicara.
Tasyabbuh atau meniru seperti ini termasuk hal yang diharamkan dan tergolong dosa besar serta terlaknat (Mausu’ah FiqhIslamy, Juz 5, hal 129). Hal ini dikuatkan dalam hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam (Saw)
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المُخَنَّثِينَ مِنَ الرِّجَالِ، وَالمُتَرَجِّلاَتِ مِنَ النِّسَاءِ، وَقَالَ: «أَخْرِجُوهُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ
Dari Ibnu Abbas Radhiyahallahu anhu (Ra) berkata: Nabi melaknat mukhannatsin dari laki-laki dan mutarajjilat dari perempuan. Nabi bersabda: “Keluarkan mereka dari rumah-rumah kalian.” (HR. Imam al-Bukhari).
Disebutkan dalam kitab al-Fiqhu ‘ala al-Madzahib al-Arba’ah (Juz 5 hal. 122), siapapun laki-laki berkelakuan seperti wanita atau sebaliknya, harus diasingkan jauh dari kerabat dan sanak saudara juga dari teman-teman yang telah mempengaruhinya. Sesuai yang diperintahkan oleh  Nabi: Keluarkan mereka dari rumah-rumah kalian.
Ketiga: Liwath (homoseksual). Dalam pengertian fiqh adalah perbuatan keji (fahisyah) seperti yang dilakukan oleh kaumNabi Luth. Sedang sihaq (lesbian) adalah perbuatan (zina) yang dilakukan perempuan dengan perempuan sebagaimana yang dilakukan laki-laki dengan perempuan (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyyah, Juz 24: 251).
Liwath adalah perbuatan keji yang dilakukan kaum Nabi Luth Alaihis salaam (As) yang tidak pernah dilakukan sebelumnya oleh siapapun. Allah berfirman:
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ ، إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ
“Dan ingatlah Luth ketika berkata pada kaumnya: Apakah kalian melakukan al-fahisyah yang belum pernah dilakukan seorangpun di alam ini. Sungguh kalian mendatangi laki-laki bukan wanita dengan penuh syahwat. Sungguh kalian kaum yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf [7]: 81).
Senada Ibnu al-Qayyim menerangkan, ketika akibat buruk/dampak dari perbuatan liwaath adalah kerusakan yang besar, maka balasan yang diterima di dunia dan akhirat adalah siksaan yang berat (al-Jawab al-Kafi liman Sa-ala ‘an ad-Dawaa asy-Syafi).
Hukuman berat tersebut berupa adzab yang bertubi-tubi pada pelaku homoseksual dari kaum Nabi Luth. Mereka dibinasakan dengan suara yang keras, dibenamkan ke dalam tanah lalu dihujani dengan batu.
لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ ، فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقِينَ ، فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ
Sungguh mereka terombang-ambing dalam kemabukan mereka (kesesatan). Maka mereka dibinasakan oleh suara keras ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari sijjil.” (QS. Al-Hijr [15]: 72-74).
Tiga bentuk siksaan sekaligus yang ditimpakan kepada pelaku gay dari kaum Nabi Luth menunjukkan beratnya kejahatan yang mereka perbuat. Untuk itu mayoritas ulama (jumhur) sepakat membunuh pelaku perbuatan dosa tersebut, baik pelaku maupun korbannya. Jumhur ulama menyepakati hukum had yang ditegakkan pada mereka haruslah lebih berat daripada had zina. Mereka hanya berselisih tentang cara penegakan hukum had tersebut.
Ibnu Abbas meriwayatkan:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ
Rasulullah bersabda: “Barangsiapa melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah pelaku dan korbannya.” (HR. Ibnu Majah).
Melihat beratnya adzab dan hukuman yang harus ditimpakan pada pelaku homoseksual, menjadikan umat Islam tak boleh berpangku tangan membiarkan para pegiat LGBT melakukan lobi sosial dan politik untuk mendapatkan legalitas hukum dan penerimaan dari masyarakat. Karena bisa jadi adzab yang ditimpakan bukan hanya mengenai para pelaku dan pegiat LGBT tersebut, namun juga menimpa manusia yang hanya diam menonton tak berbuat sesuatu apapun.
Allah berfirman:
واتقوا فتنة لا تصيبن الذين ظلموا منكم خاصة واعلموا أن الله شديد العقاب
“Dan takutlah kalian pada adzab yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zhalim di antara kalian saja. Dan ketahuilah bahwa Allah sangat pedih siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfal [8]: 25).
Masih ada waktu bagi para penganut LGBT, segeralah bertaubat. Minta ampunan Allah. Semoga kalian dikembalikan pada fithrah sesungguhnya.

Sumber : KLIK DISNI

Selasa, 19 Desember 2017

10 Masjid Bersejarah Di Indonesia

Sepuluh Masjid Bersejarah di Indonesia yang patut dikunjungi  Salah satu alternatif wisata religi para traveller adalah mengunjungi masjid-masjid bersejarah di Indonesia. Meski banyak sekali masjid yang sudah lama berdiri dan penuh dengan sejarah, Inilah sepuluh masjid yang paling terkenal di Indonesia.

1. Masjid Raya Baiturrahman
Masjid
Masjid yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612. Ada juga yang mengatakan bahwa masjid ini dibangun di tahun 1292 oleh Sultain Alaidin Mahmudsyah. Pada zaman penjajahan Belanda, masjid ini sempat dihancurkan di tahun 1873. Namun Belanda memutuskan untuk membangun kembali masjid ini di tahun 1877, sebagai permintaan maaf atas dirusaknya bangunan masjid yang lama. Pembangunan kembali masjid baru mulai dilaksanakan pada tahun 1879. Masjid ini selesai dibangun pada tahun 1883 dan tetap berdiri hingga sekarang. Pada saat bencana Tsunami di tahun 2004, Masjid Raya Baiturrahman tidak mengalami kerusakan sedikitpun dan jadi tempat mengungsi para korban gelombang Tsunami terbesar di dunia itu.
2. Masjid Raya Medan
Masjid Raya Medan
Masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Al-Mashun ini dibangun pada tahun 1906 dan selesai pada tahun 1909 oleh Sultan Ma’mum Al Rasyid Perkasa Alam. Kemegahan masjid ini memang disengajakan oleh Sultan, yang menganggap masjid ini harus lebih megah dari istananya, Istana Maimun. Sebagian bahan bangunan untuk masjid ini diimpor dari luar negeri, seperti marmer untuk dekorasi diimpor dari Italia dan Jerman, dan kaca patri dari Cina, dan lampu gantung dari Prancis. Arsitek Belanda yang merancang masjid ini, JA Tingdeman merancang bangunan ini dengan corak bangunan Maroko, Eropa, Melayu, dan Timur Tengah.
3. Masjid Raya Ganting
Masjid Ganting
Menurut sejarah, masjid ini awalnya dibangun pada tahun 1700. Namun bangunannya beberapa kali dipindah sampa pada akhirnya berada di daerah Ganting, kota Padang, Sumatra Barat mulai tahun 1805. Atapnya yang berbentuk persegi delapan itu dibuat oleh para pekerja etnis Cina yang membantu mengembangkan bangunan ini, setelah Belanda menambahkan bangunan masjid ini sebagai kompensasi digunakannya tanah wakaf untuk jalur transportasi pabrik semen Indarung ke Pelabuhan Teluk Bayur. Masjid ini juga tetap kokoh dan tidak mengalami kerusakan pada saat dilanda gempa dan Tsunami di tahun 1833. Presiden Pertama Indonesia, Bung Karno, juga pernah mengungsi ke masjid ini sebelum diasingkan ke Bengkulu di tahun 1942.
4. Masjid Istiqlal
Istiqlal
Masjid terbesar di Asia Tenggara ini diprakarsai oleh Bung Karno pada tahun 1951. Diarsiteki Frederich Silaban, masjid ini baru mulai dibangun pada tahun 1961 dan merampungkan pembangunannya pada tahun 1978. Nama masjid ini diambil dari bahasa Arab yang berarti “Kemerdekaan.” Bangunan yang ditetapkan sebagai masjid negara Indonesia ini menjadi pusat perayaan berbagai acara agama umat Muslim seperti Iedul Fitri, Iedul Adha, Maulid Nabi Muhammad, dan Isra’ Mi’raj. Masjid ini mampu menampung hingga 200 ribu jamaah yang bisa memenuhi satu lantai dasar dan lima lantai di atasnya.  Masjid Istiqlal dibangun di atas reruntuhan bekas benteng Belanda, benteng Prins Frederik – yang didirikan pada tahun 1873.
5. Masjid Agung Banten
Masjid Agung Banten
Masjid dengan atap bangunan yang menyerupai pagoda ini dibangun oleh arsitek Cina bernama Tjek Ban Tjut pada masa pemerintahan sultan pertama dari Kesultanan Banten, Sultan Maulana Hasanuddin, putra dari Sunan Gunung Jati di tahun 1560. Di sisi utara dan selatan masjid ini terdapat makam kuno para sultan Banten dan keluarganya. Sementara, menara masjid yang tingginya 24 meter, terdapat di sisi timur dan menjadi atraksi bagi para wisatawan karena keunikan bentuk bangunannya. Menara itu dibangun oleh arsitek Belanda, Hendrik Lucasz Cardeel. Cardeel juga membangun bangunan khusus di sisi selatan masjid yang dulu digunakan sebagai tempat bermusyawarah dan berdiskusi.
6. Masjid Agung Cirebon
Masjid Agung Cirebon
Masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Agung Kasepuhan dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa ini diprakarsai pembangunannya oleh Sunan Gunung Jati dan diarsiteki oleh Sunan Kalijaga. Masjid ini selesai dibangun pada tahun 1480, di masa penyebaran agama Islam oleh Wali Songo. Berlokasi di kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, masjid ini mempunyai keunikan berupa sembilan pintu untuk masuk ke ruangan utama, yang melambangkan Wali Songo. Di bulan Ramadhan, sumur air Banyu Cis Sang Cipta Rasa selalu ramai dikunjungi oleh peziarah yang meyakini air dari sumur itu mampu mengobati berbagai penyakit. Masjid Agung Cirebon juga dikenal dengan nama Masjid Sunan Gunung Jati.

7. Masjid Menara Kudus
Masjid Agung Kudus
Sunan Kudus mendirikan masjid di kota Kudus pada tahun 1549 dengan menggunakan batu pertama dari Baitul Maqdis, dari Palestina. Bentuk menara yang mirip dengan bentuk candi menunjukkan percampuran pengaruh agama Hindu dan Budha, seperti cara Sunan Kudus menyampaikan ajaran agama Islam agar lebih mudah dimengerti oleh penganut agama Hindu dan Budha pada masa itu. Menara masjid ini dibangun tanpa menggunakan semen sebagai perekatnya dan dihiasi oleh 32 piring biru yang berhiaskan lukisan.

8. Masjid Agung Demak
Masjid Agung Demak
Raden Patah, raja pertama dari Kesultanan Demak, beserta para Wali Songo mendirikan masjid ini di tahun 1466. Masjid Agung Demak diselesaikan pembangunannya pada tahun 1479. Bangunan induk masjid ini ditopang oleh empat tiang utama yang bernama saka guru. Uniknya, salah satu dari tiang utama tersebut terbuat dari serpihan kayu, dan dinamakan saka latal. Di samping masjid ini terdapat Museum Masjid Agung Demak yang menampilkan berbagai koleksi unik masjid, seperti beduk dan kentongan yang dibuat oleh Wali Songo, kitab tafsir Al-Qur’an Jus 15-30 tulisan tangan Sunan Bonang, sepotong kayu dari saka latal yang diambil oleh Sunan Kalijaga, dan lain-lain.

9. Masjid Sunan Ampel
Masjid Sunan Ampel
Di tahun 1421, Sunan Ampel bersama dua sahabatnya, yang dikenal dengan Mbah Sholeh dan Mbah Sonhaji, mendirikan Masjid Ampel. Bangunan seluas kurang lebih 2 km persegi itu memiliki keunikan berupa 16 tiang kayu setinggi 17 meter dengan diameter 60 cm. Tiang-tiang dari kayu jati itu tidak terbuat dari sambungan kayu dan sampai sekarang tidak diketahui bagaimana cara mendirikan tiang tersebut. Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel, lokasi Masjid Sunan Ampel, tiap harinya dipenuhi oleh wisatawan yang berziarah ke makam Sunan Ampel di sekitar halaman masjid. Di kompleks pemakaman masjid itu juga terdapat makam salah satu pahlawan nasional, KH Mas Mansyur.

10. Masjid Kotagede
Masjid Kotagede
Di Yogyakarta, selain Masjid Agung Kauman, juga terkenal Masjid Kotagede. Masjid Kotagede adalah masjid tertua di Yogyakarta, yang didirikan oleh Sultan Agung, pemimpin kerajaan Mataram, pada tahun 1640. Bangunan ini dikerjakan dengan bergotong-royong melibatkan pekerja beragama Hindu dan Budha, sehingga terlihat pengaruh bangunan Hindu dan Budha pada masjid ini. Awalnya, Masjid Kotagede hanya seluas 100 meter persegi, namun Paku Buwono X memperluas bangunan masjid ini hinga mencapai 1.000 meter persegi. Di bulan Ramadhan, Masjid Kotagede punya keunikan berupa sholat tarawih yang dilakukan pada saat jam 24.00.
Sumber : http://www.triptrus.com/news/10-masjid-bersejarah-di-indonesia

Kamis, 14 Desember 2017

Inilah 7 Masjid tertua dan paling bersejarah di dunia

Masjid Quba
7 Masjid tertua dan paling bersejarah di dunia
Semua masjid yang berada di Makkah, Madinah, dan Palestina selalu istimewa bagi umat Islam. Masjid-masjid ini punya nilai yang lekat dengan sejarah peradaban Islam. Begitupun dengan masjid Quba.
Masjid Quba punya nilai historis yang sangat tinggi. Masjid ini adalah masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW pada awal peradaban Islam, tepatnya pada 8 Rabiul Awal pada 1 Hijriyah. Lokasinya berada di 5 kilometer tenggara Kota Madinah
Dulu, masjid ini dibangun dengan bahan yang sangat sederhana. Seiring berjalannya waktu, renovasi banyak dilakukan Kerajaan Arab Saudi. Dalam buku “Sejarah Madinah Munawwarah” yang ditulis Dr Muhammad Ilyas Abdul Ghani, masjid ini direnovasi besar-besaran pada 1986.
Al-Masjid al-Nabawi, Madinah
7 Masjid tertua dan paling bersejarah di dunia
Masjid Nabawi adalah salah satu mesjid terpenting yang terdapat di Kota Madinah, Arab Saudi. Masjid ini merupakan masjid tertua kedua yang dibangun oleh Rasulullah S.A.W, setelah Masjid Quba yang didirikan dalam perjalanan hijrah beliau dari Mekkah ke Madinah.
Masjid Nabawi dibangun sejak saat-saat pertama Rasulullah S.A.W. tiba di Madinah. Lokasi masjid semula adalah tempat penjemuran buah kurma milik anak yatim dua bersaudara Sahl dan Suhail bin ‘Amr, yang kemudian dibeli oleh Rasulullah S.A.W untuk dibangun masjid dan tempat kediamannya.
Masjid ini sekaligus menjadi makam Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Masjid Nabawi merupakan salah satu masjid yang utama bagi umat Muslim setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjidil Aqsa di Yerusalem. Masjid ini juga merupakan Masjid terbesar ke-2 di dunia, setelah Masjidil Haram di Mekkah.
Masjid al-Qiblatain, Madinah
7 Masjid tertua dan paling bersejarah di dunia
Masjid tertua didunia yang ketiga adalah masjid al-qiblatain ini berada di kota Madinah di mana dulunya menjadi tempat untuk Nabi Muhammad memimpin doa. Selain itu, diperintahkannya juga untuk melakukan pengubahan arah shalat (kiblat) dari yerusalem ke mekah. Belum lama ini, masjid tersebut mengalami renovasi.
Masjid Qiblatain artinya masjid dua kiblat. Masjid ini mula-mula dikenal dengan nama Masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq atau di atas sebuah bukit kecil di utara Harrah Wabrah, Madinah.
Jawatha Mosque
7 Masjid tertua dan paling bersejarah di dunia
Masjid Jawatha (juga salah dieja Al-Jawana) terletak di desa Al-Kilabiyah, sekitar 12km timur laut Hofuf, Al-Ahsa, Arab Saudi. Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun di timur Saudi dan sebagian besar struktur asli berupa reruntuhan. Namun masjid ini masih digunakan untuk doa.
Masjid ini dibangun tahun ketujuh hijrah oleh suku Bani Abdul Qais yang tinggal di sana sebelum dan di awal periode Islam. Masjid ini dipercaya sebagai masjid pertama yang dibangun di Provinsi Timur. Konon, ketika batu Hajr Al Aswad dicuri dari Mekah oleh Qarmatians, batu tersebut disimpan di masjid ini selama hampir 22 tahun.
Sebagian besar struktur asli masjid telah hilang dan tetap dalam bahaya kehancuran. Hanya lima kecil lengkungan bata lumpur tetap. Reruntuhan mungkin terlihat tanggal dari sekitar abad 9. Masjid ini merupakan situs ketiga paling suci dalam Islam.
Masjid al-Haram, Mekah
7 Masjid tertua dan paling bersejarah di dunia
Inilah masjid terbesar dan tersuci di dunia. Masjid ini memiliki 9 menara dan telah mengalami beberapa kali renovasi serta penambahan bangunan. Di sinilah terdapat Ka’bah, tempat paling suci bagi umat Islam. Setiap tahunnya, lebih dari satu juta peziarah datang ke sini untuk menunaikan ibadah Haji.
Umat Islam percaya, Ka’bah merupakan bangunan pertama yang didirikan di bumi oleh Nabi Adam, dilanjutkan Nabi Ibrahim dan terakhir, Nabi Muhammad. Masjid ini mengelilingi kabah. Masjid al-Haram juga disebut-sebut sebagai masjid agung dan merupakan salah satu masjid tertua didunia.
Great Mosque of Kufa, Iraq
7 Masjid tertua dan paling bersejarah di dunia
Masjid agung Kufah terletak di kufah, irak. Masjid ini termasuk dalam daftar masjid yang didirikan paling awal dalam islam. Bangunannya dibangun kira-kira di abad ke-7.
Mosque of Uqba, Tunisia
7 Masjid tertua dan paling bersejarah di dunia
Masjid uqba disebut juga sebagai masjid agung kairouan. Masjid ini menjadi salah satu terpenting yang ada di Tunisia.
Sumber:KLIK DISINI

Selasa, 12 Desember 2017

DAHSYATNYA SURAT AL- IKHLAS




Assalamu`allaikun Wr Wb

Rasulullah Muhammad SAW pada suatu ketika bersabda :
”Demi Allah yang jiwaku di GenggamanNYA, sesungguhnya :

QUL HUWALLAHU AHAD itu tertulis di sayap Malaikat Jibril.

ALLAHHUS SOMAD  itu tertulis disayap Malaikat Mikail. 

LAMYALID WALAM YUULAD tertulis
pada, sayap Malaikat Izra'il , 

WALAM YAKULLAHU KUFUWAN AHAD  tertulis pada sayap Malaikat Israfil "

Berkata Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: Ketika saya {Rasulullah SAW} Isra’ ke langit, saya melihat Arasy di atas 360,000 pilar dan jarak jauh antara satu pilar ke satu pilar yang lain ialah 300,000 tahun perjalanan . . 

Pada tiap-tiap pilar  itu terdapat padang pasir yang jumlahnya 12,000 dan luasnya setiap satu padang itu seluas dari Timur  hingga ke Barat .

Pada setiap padang itu terdapat 80,000 Malaikat yang mana kesemuanya membaca surat Al-Ikhlas .

Setelah mereka selesai membaca Surah tersebut maka berkata mereka :

”Wahai Tuhan kami, sesungguhnya pahala dari bacaan ini kami berikan kepada orang yang membaca surah
Al-Ikhlas baik lelaki maupun perempuan.”.

Riwayat Anas bin Malik juga merekam kisah berkaitan surat Al-Ikhlas. 

Suatu ketika 70.000 Malaikat diutus datang kepada seorang sahabat di Madinah yang meninggal @ Kedatangan para Malaikat itu hingga meredupkan cahaya matahari. *70.000 Malaikat itu diutus hanya  karena almarhum sering membaca surat ini . 

Anas bin Malik yang saat itu bersama Nabi Muhammad SAW di Tabuk merasakan cahaya matahari redup tidak seperti biasanya dan Malaikat Jibril datang kepada  Nabi untuk memberitakan kejadian yang sedang terjadi di Madinah.

Rasulullah S.A.W bersabda :
Barangsiapa membaca surah Al-Ikhlas sewaktu sakit sehingga dia meninggal dunia, maka tubuhnya tidak akan membusuk didalam kuburnya, akan selamat dia dari kesempitan kuburnya dan para Malaikat akan  membawanya dengan sayap mereka melintasi Titian Siratul Mustaqim lalu menuju ke Surga. (HR Qurthuby).

SUBHANALLAH ..........
Jika Anda men- Share ini kepada 1 orang artinya Anda sudah menyebarkan 10 kebaikan di Akhirat.

Ya Allah, jadikanlah kami se keluarga sll membaca Surotul Al Ikhlas , mengucapkan " SUBHANALLAH 
dan wafat dalam keadaan HUSNUL KHATIMAH 
*Aamiin allahumma aamiin

Senin, 11 Desember 2017

SAHABAT SEJATIKU


SAHABAT SEJATIKU
Karya : Habib Sholeh

Hampir setiap pagi Kakek mengantarkanku ke sekolah dengan berjalan kaki. Kakek selalu bercerita di sepanjang jalan. Sekolahku tidak terlalu jauh dari rumah. Hanya sekitar lima ratus meter. Kakek selalu berpesan sebelum aku masuk kelas “ Ojo nakal yo le ! ngih kek ! jawabku. “ lalu aku belajar bersama teman-teman. Aku sering bercerita kepada teman-temanku dikelas tentang kakekku yang selalu bercerita kepadaku saat mengantarku kesekolah dan teman-temanku selalu bertanya padaku “ Tadi kakekmu bercerita apa ? ceritakan pada kami, pinta teman-temanku.

Kakekku orangnya baik, sabar dan selalu mengajariku sholat di mushola setiap sore. Aku tinggal bersama kakek dan nenek sementara orang tuaku tinggal di Jakarta karena pekerjaanya. Mereka selalu mengirimkan uang untuk ku setiap bulan. Kata kekak, kita harus hemat dalam hidup ini biar nanti bisa sekolah yang tinggi, biar jadi orang yang pintar dan kaya. Sisa uang belanja nenek selalu dibelikan ayam karena kakek hobinya memelihara ayam. Pagi-pagi sebelum berangkat kesekolah kakek selalu memberi makan ayam. Kadang saya juga membantu tapi suka dak tahan sama bau eeknya.
Nenekku juga baik dan sabar, Setiap pagi selalu memasak makanan kesukaanku yaitu ayam goreng. Setiap mau tidur selalu membuatkanku segelas susu sambil bilang “ iki susune, dientekne yo!” ngih nek ! maksudnya ini susunya dihabisinya ! Nenek mengajarkanku menghafal surat-surat pendek sebelum tidur lalu bercerita sampai aku tertidur. Kakek tidurnya selalu malam, kadang-kadang tidur diluar sambil menjaga ayam-ayamnya.
Kakek memiliki banyak sekali ayam kampung, kurang lebih sekitar 25 ekor. Kakek juga punya beberapa ayam jago kesayangan yang setiap hari minggu sore diikutkan kompetisi sabung ayam dikampung sebelah. Kakek lebih sering menang dalam setiap kompetisi tapi pernah juga kalah. Kalau kakek kalah, ia kesal sama ayam tersebut dan berjanji setiap ayam aduanya yang kalah akan dipotong lalu digoreng.
Anak selalu identik dengan bermain, begitupun juga aku. Waktu itu aku baru berusia enam tahun. Bersama teman-teman di kampungku aku bermain berlarian dipematang sawah sambil mencari rumput untuk memberi makan kambing. Dan aku punya seorang sahabat bernama ahmad, orangnya baik sekali, dia berjanji akan memberiku kambing bila rajin menemaniku mencari rumput. Kambing orang tuanya banyak sekali aku selalu bermain dengan anak-anak kambing setiap sepulang sekolah.
“ Syahid, ayo temeni aku mencari rumput. Nanti aku bilang lagi sama ayahku agar memberikan satu kambing untukmu “ kata Ahmad.
“ Benarkah ahmad ? “ tanyaku.
“ Iya benar. Ayahku berjanji akan menberikanmu seekor anak kambing kalau kamu mau menemaniku mencari rumput .” Kata ahmad.

Aku semakin lebih sering main kerumah Ahmad untuk membantu mencari rumput. Satu bulan kemudian, waktu aku sedang dirumah ahmad dan bermain bersama anak-anak kambing, ayahnya ahmad menghampiriku.
“ Syahid, sekarang kamu pilih satu ekor anak kambing yang paling kamu sukai !” kata ayah ahmad. Aku tertegun dan tak percaya.
“ Ayo Syahid, pilih mana yang kamu sukai.” Sahut Ahmad. Selama ini kamu sudah banyak menemaniku, ambil satu dan bawa pulang “. Tambah Ahmad.
Aku masih terdiam, tiba-tiba ada seekor anak kambing menghampiriku sambil berkata “ mbeekkk”. Seakan isyarat agar aku memilihnya. Akupun berkata 
“ Bpk Ahmad dan Ahmad, Bolehkah aku memilih yang ini “ sambil aku menatap dan memegang anak kambing yang berwarna putih itu. 
“Iya boleh, sekarang kambing ini menjadi milikmu dan kamu boleh bawa pulang. Kata Bpk Ahmad. Lalu akupun pulang sambil menuntun dan sesekali menggendong kambing itu, karena rumahku tidak jauh dari rumah Ahmad.

Sesampainya dirumah, kakek dan nenekku tidak menyetujuiku untuk memeliharanya, Padahal aku sangat menginginkannya. Akupun sedih dan terus menangis agar diizinkan untuk memelihara kambing itu. Karena kasihan, akhirnya kakek dan nenekku mengizinkanku untuk memelihara kambing tersebut bahkan membuatkan kandang atau rumah untuk kambing itu. Aku sangat bahagia.
Setiap hari sepulang sekolah bersama Ahmad aku pergi ke sawah mencari rumput untuk makan kambingku. Sementara orang tuaku sibuk berkerja dikota. Kadang enam bulan sekali menjengukku kadang juga setahun sekali. Aku sering memberi kabar kepada orangku tapi mereka selalu bilang belum boleh cuti. Bahkan suatu hari aku menelfonya.
“Ma, minggu depan adalah ulang tahunku, mama dan papa bisakah untuk kerumah kakek menjengukku ? harapku.
“ Maaf ya dek, papa dan mama belum libur. Nanti kalau papa dan mama libur, pasti mama dan papa datang kerumah nenek untuk menjengukmu. Sabar ya sayang, nanti mama kirim hadiah, maunya apa coba ? “ Begitulah jawab papa dan mamaku, seakan mereka tidak memperdulikanku. Tapi aku selalu senang karena ada kakek dan nenek. Apalagi aku sekarang punya sahabat yaitu kambing kesayanganku.

Ketika aku memberi makan kambingku, ia terlihat sangat senang dan bersemangat, akupun juga ikut senang. Bahkan aku sering mengajak kambingku berbicara. “Kambing, makan yang banyak biar cepat besar seperti aku.
Aku mulai terbiasa dan tidak lagi merasa kangen yang menggebu pada orang tuaku. Aku justru bahagia tinggal dikampung bersama kakek dan nenekku. Walaupun setiap bulan mereka selalu mengirimkanku uang untuk biaya sekolahku. Aku hanya bisa berdoa “ Yaa Allah, semoga orang tuaku bisa menjengukku kemari walaupun hanya sehari.. Amin.
Kini usiaku sudah delapan tahun dan kambingku berusia dua tahun. Kambingku sudah semakin besar dan terlihat gagah, aku bangga punya kambing sendiri. Suatu hari nanti aku ingin menjual kambingku untuk menjenguk orang tuaku dikota. Mungkin juga untuk melihat keramaian kota metropolitan.
Aku semakin kasihan kepada kakekku karena sudah terlihat semakin tua dan sakit-sakitan. Nenekku yang juga sudah tua harus merawat kakek yang lagi sakit.
“ kek, sudahlah. Jangan merokok lagi nanti batuk kakek semakin parah. “ nasehat nenek. 
Tapi kakek sudah seperti orang yang kecanduan rokok. Malah apabila tidak merokok dia terlihat sedih dan hampa. Pikirku ! Kasihan nenek...! Ia harus merawat kakek dan juga harus merawat ayam-ayamnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Nenek kadang harus pergi ke pasar membawa satu dua ekor ayam untuk dijual atau ditukar dengan kebutuhan sehari-hari.

Ditengah malam sunyi, terdengar lirih tangisan. Suara itu sangat menyayatku. Ternyata nenek sedang menangis. Akupun menghampiri nenek dan bertanya “ Nek ada apa ? Kenapa nenek menangis? Tanyaku polos. Nenek semakin menangis dan sambil terisak-isak memelukku sambil membisikkan kata“ kakek cu.. Kenapa kakek nek tanyaku. Ka.. kek..mu.. telah pergi. Spontan aku menangis histeris sehingga terdengar oleh tetangga-tetanggaku yang akhirnya pada datang kerumah nenek.
Semua warga datang dan mencoba untuk menenangkanku dan juga nenek. Terlihat dihadapanku sahabatku ahmad, datang memelukku dan berkata “sabar Syahid masih ada aku sahabatmu yang akan menemanimu.” Akupun merasa sedikit tenang, lelah dan terasa kantuk sehingga aku tertidur lagi.
Keesokan harinya setelah aku terbangun nenekkupun menghampiriku dan berkata “ Ayah dan Ibumu akan segera datang.” “ Iya nek “ Jawabku. 
Terlihat olehku banyak orang-orang yang sedang mengurus jenazah kakekku lalu aku datang dan berdoa “ Yaa Allah. Ampunilah dosa-dosa kakekku, terimalah amal kebaikannya dan Berilah ketabahan kepada nenek.

Akupun teringat dengan kambingku dihalaman belakang. Ingin sekali aku melihatnya namun aku melihat beberapa orang berkerumun. Akupun mendekat setelah terlihat olehku betapa terperanjatnya aku, Mereka memotong kambing kesayanganku. Akupun kembali menangis histeris sambil teriak.. “Kambingku... Kambingku jangan dipotong. Gara-gara kakekku meninggal, kambingku ikut meninggal juga, kambingku !! “ akhirnya akupun tak sadarkan diri.
Terdengar suara lirih di telingaku, “ Syahid... Syahid.. sadarlah..! ini aku sahabatmu, tenang nanti aku akan mengganti kambingmu yang baru.” 
Perlahan akupun tersadar, ternyata itu suara sahabatku Ahmad. Dialah yang selalu ada saat aku terluka. Dialah sahabat sejatiku. “ Ahmad Sahabatku “ isyaku sambil memeluknya. Tak lama kemudian ayah dan ibuku datang lalu memelukku.

berlanjut......

Minggu, 10 Desember 2017

Kerja Bakti ( Ahad, 10 Desember 2017 )

Kerja bakti yang rutin dilaksanakan di Masjid Al Ikhlas Karang Satria selama masa pembangunan. Pada hari Ahad tgl. 10 Desember 2017 kerja bakti difokuskan untuk perataan tanah urugan dan pengecoran leher penopang kubah.